AL-QUR’AN DAN CINTA ILMU PENGETAHUAN (Ceramah Bag. 9)

Posted on August 18, 2010

0


Al Qur'an dan tasbih

1.  Topik  ceramah Ramadhan yang ditetapkan panitia malam  ini ialah  “Al-Qur’an dan ajakan untuk mencintai pengetahuan”. Membicarakan masalah Al-Qur’an dalam bulan Ramadhan  memang merupakan hal yang wajar dan bahkan seharusnya, karena karakteristik Ramadhan tidak hanya masalah “puasa”. Sebagaimana disebut dalam Q.S.. Al-Baqoroh ayat 183; tetapi karakteristik Ramadhan ialah bulan turunnya Al-Qur’an  sebagai-mana  disebutkan dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 185, bahwa :

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara haq dan bathil)”.

Jadi karakteristik Ramadhan terfokus pada dua hal :

a.  bulan diwajibkannya kita berpuasa; dan

b.  bulan turunnya Al-Qur’an untuk dipelajari.

2.  Karakteristik Ramadhan itu (kewajiban puasa dan kewajiban mempelajari Al-Qur’an), pada hakikatnya merupakan “metode Allah” untuk memelihara dan meningkatkan kualitas  manusia dan kehidupan. Maha  Besar Allah yang sangat mengetahui kualitas  manusia yang diciptakannya, yaitu sebagai makhluk yang “dhoif”/lemah  (“wa khuliqol insaanu dhoifaan”; Q.S..  An-Ni-saa’:28).  Oleh karena itu, Maha Besar Allah pulalah yang  mengetahui cara/metode bagaimana untuk meningkatkan kualitas  manusia yang lemah itu. Caranya yaitu dengan menjadikan bulan Ramadhan  sebagai bulan untuk proses daur ulang  (“recycling“) dalam rangka meningkatkan kembali kualitasnya. Jadi  Ramadhan dijadikan bulan untuk melakukan “rejuvenation”,  “reinjection”, “regeneration”, “reinforce-ment”, “renovation“,  dan “reformation” kualitas kema-nusiaan dan sekaligus kualitas kehidupan/kemasya-rakatan.

3.  Apa yang perlu di-“daur-ulang”, diperbaiki dan  ditingkat-kan kualitasnya? Maha Besar Allah yang menciptakan manusia terdiri dari struktur/organ fisik berupa ”kepala” dan ”perut” serta organ non-fisik “akal”   dan “hati”. Kedua organ itu sangat fital. Oleh karena itu kedua organ itulah  yang  paling penting  untuk diproses daur-ulang selama bulan  Ramadhan, yaitu dengan cara :

  1. “perut” (sebagai simbul nafsu materi/simbul keta-makan, dan simbul kesejahteraan) didaur-ulang dengan disuruh “puasa”. Dengan “puasa perut” diharapkan dapat  didaur-ulang kualitas “hati/Imtaq”*) sehingga diharapkan dapat mengendalikan nafsu perut (karena dapat menjadi sumber segala keru-sakan, baik rusak akal, badan dan jiwa), dan sekaligus menuntun nafsu perut itu ke arah yang positif, yaitu kualitas kematangan/ kepedulian/ kepekaan sosial;
  2. “kepala” (sebagai simbul ”akal”/ilmu/pengetahuan/ konsep/nalar) didaur-ulang dengan disuruh mempela-jari “Al-Quran”; Sasarannya adalah peningkatan kualitas kematangan konseptual/tuntunan dan keilmuan dalam berkehidupan.

4.  Mengapa dikatakan, bahwa Al-Qur’an dapat mening-katkan  kualitas kematangan  konseptual dan keilmuan dalam berbagai  bidang kehidupan? Karena Allah sendiri menyatakan (dengan SUMPAH YANG BESAR, Q.S. Al-Waqiah:75-76), bahwa Al-Qur’an merupakan “BACAAN/KITAB/ILMU yang SANGAT MULIA” (“innahu laquraanun kariim“,  Q.S. Al-Waqiah:77) dan diturunkan dengan “ilmu Allah” (“annamaa unzila bi ‘ilmillaah; Q.S. Hud:14), yang di dalamnya mengandung sumber-sumber “petunjuk/pedoman/konsep/wawasan” dan “pelajaran/ilmu pengetahuan” (di bidang : sejarah, sosial, politik, ekonomi, hukum, etika, biologi, pengeta-huan alam, informasi/komunikasi dsb).

5.  Kalau Al-Qur’an dinyatakan sebagai “Bacaan/ kitab/ilmu yang  sangat  mulia”, maka sewajarnyalah ummat Islam  mempelajari/mendalaminya  dan tidak meremehkannya begitu  saja.  Allah berfirman di dalam Al-Qur’an :

  1. Al-Waqiah : 81 :

“Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al-Qur’an ini?”

  1. Dalam Q.S. Thoha: 126 Allah menegaskan, bahwa barangsiapa  meremehkan/melupakan  Al-Qur’an, maka pada  hari  akhir nanti Allah pun akan melupa-kannya/tidak mempedulikan.
  2. Selanjutnya Allah berfirman pula dalam Al-Qomar:17, 22, 32, 40 :

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk  pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

  1. Al-Fathir:29 :

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu  membaca/mempelajari Kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan shalat, dan  menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.

6.  Marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan mempelajari dan meningkatkan kualitas ILMU (Al-Qur’an), kualitas IMTAQ dan kualitas AMAL.


*) tujuan puasa adalah ”taqwa” (Al-Baqoroh 183).